Membentuk mindset (pola pikir) investor memang tidak mudah. Sebagian besar masyarakat kita masih menganggap bahwa investasi identik dengan resiko. Belum lagi banyak yang berpikir bahwa untuk berinvestasi harus membutuhkan modal yang besar. Dua alasan ini yang menyebabkan kebanyakan orang berpikir bahwa investasi adalah ‘mainannya’ orang kaya saja. Pola pikir sebagian masyarakat masih ter-set pada anggapan tersebut dan belum tahu mengapa perlu berinvestasi.
Tapi benarkah anggapan-anggapan tersebut?
Kalau kita percaya hukum alam bahwa manusia memiliki siklus waktu produktif dan non-produktif, maka kita akan percaya bahwa investasi pribadi adalah kebutuhan yang tergolong primer bagi setiap orang. Pastinya kita tidak memiliki rencana untuk bekerja seumur hidup, bukan? Ada saat-saat di mana kita harus mengundurkan diri (retired) dari dunia kerja, entah karena pensiun atau mungkin alasan lain.
Pertanyaannya, ketika kita sudah tidak bekerja dan tidak punya penghasilan, bagaimana kita akan mencukupi kebutuhan hidup? Mungkin dari uang pensiun yang nanti akan terima, betul. Namun perlu kita sadari bahwa pensiun juga merupakan salah satu jenis investasi. Dana pensiun diambil dari potongan gaji tiap bulan yang disimpan (diinvestasikan) pada lembaga dana pensiun yang mengelolanya.
Pengelola dana pensiun biasanya memilih instrumen investasi yang sangat konservatif. Mereka sama sekali menghindari resiko. Padahal prinsip utama investasi adalah ‘high risk high return’, jadi amannya uang pensiun Anda sebanding dengan kecilnya uang pensiun yang Anda terima. Upsss! kenapa saya berani bilang kecil? Karena saya yakin jika Anda mau untuk menyisihkan sedikit tabungan untuk menaruhnya di salah satu instrumen investasi yang katakanlah resikonya kecil seperti reksadana dan dilakukan konsisten selama waktu Anda bekerja pasti jumlah dana yang akan Anda peroleh lebih besar.
Memulai investasi tidak selalu harus dengan modal besar, banyak pilihan investasi yang mensyaratkan jumlah investasi minimal 200-500 ribu rupiah. Saya pernah ambil salah satu produk reksadana di danareksa yang mensyaratkan invest minimalnya kecil.
Resiko juga bukan hal utama yang harus kita takutkan dalam berinvestasi, yang kita takutkan adalah ketidakmauan kita kita untuk mempelajari risk management (manajemen resiko). Setiap pilihan pasti mengandung resiko, investasi beresiko besar bukan berarti investasi yang harus kita jauhi, hal ini karena investasi beresiko besar punya peluang untung yang besar juga. (Ingat hukum dasar investasi)
Yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan pengetahuan tentang bagaimana mengatur resiko tersebut agar menjadi seminimal mungkin. Kita harus menjadi orang yang melek finansial dan minimal menguasai dasar investasi, salah satunya adalah dengan banyak membaca informasi tentang investasi dan kita praktekkan kemudian. Pelajari juga tips bagimana berinvestasi dengan cerdas. Di era informasi tak terbatas ini banyak sekali sebenarnya tempat-tempat gratis untuk menimba ilmu, di antaranya yang sering saya kunjungi dulu adalah invovesta dan protal reksadana
Selamat mencoba, jangan takut untuk memulai berinvestasi!
Related posts:
- Starting a Home Business Home businesses are one of the fastest-growing segments of small...
- 5 Hal Yang Membuat Pembicaraan Anda Tidak Didengarkan Hubungan kerja yang tak hangat boleh jadi dipengaruhi arogansi...
- 10 Tips for Financial Statement Analysis Financial Statements are part of every business – financial statements...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Posted in
Tags: 















